Abstract
Pengembangan jaringan perkeretaapian di Madura berupa reaktivasi jalur lama dan pembangunan jalur baru, seperti yang tercantum pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) dan KP No. 2128 Tahun 2018. Penelitian ini akan berfokus pada perencanaan reaktivasi jalur kereta api lintas Kamal-Bangkalan-Suramadu, dengan tujuan untuk mendorong pembangunan jalan rel di Pulau Madura, yang dapat meningkatkan perekonomian dan mobilitas Masyarakat Madura. Perencananaan jalan rel Kamal-Suramadu akan mengacu pada PM no. 11 tahun 2012 dan PM no 60 tahun 2012, serta dengan menggunakan software Global Mapper dan Civil 3D. Sebagian besar dari jalur kereta api eksisting di Bangkalan-Kamal telah dimanfaatkan sebagai pemukiman atau pemerintahan yang padat penduduk (54%), pemukiman dengan kepadatan sedang (24%), dan lahan persawahan atau lahan kosong (22%). Jalur kereta api eksisting menggunakan single track dengan lebar spoor 1067mm dan rel jenis R25. Trase terpilih adalah alternatif trase ke 2 dengan panjang 31.152 meter dan membutuhkan lahan seluas 566.266 m2 untuk pembangunannya. Perencanaan alinyemen horizontal menghasilkan 7 lengkung horizontal dengan radius 1100 m (lengkung 1, 2, dan 7), 800 m (lengkung 3 dan 5), dan 950 m (lengkung 4 dan 6). Pekerjaan galian dan timbunan dengan volume kumulatif galian tanah sebesar 2.399.262,85 m3, dan volume kumulatif timbunan tanah sebesar 891.563,7 m3. Komponen jalan rel yang dibutuhkan mencakup 51,921 buah bantalan beton, 207.684 buah penambat pendrol e-clip, 2.493 batang rel R54, 48.286 m3 balas, dan 59.812 m3 subbalas.
Cite
CITATION STYLE
Wiarco, Y., & Aghastya, A. (2023). Perencanaan Jalur Kereta Api Lintas Kamal-Suramadu Dengan Global Mapper dan Autocad Civil 3dD. Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal), 7(2), 53–60. https://doi.org/10.37367/jpi.v7i2.309
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.