PERSEPSI MINORITAS MUSLIM TERHADAP MODEL KERUKUNAN DALAM MEMBANGUN HARMONI SOSIAL

  • Sulanam S
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan bangunan kerukunan beragama di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Propinsi ini telah berhasil menjadi contoh bagi model dan jalinan kerukunan beragama bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia. Sebagai provinsi yang mayotitas Kristen, cara minoritas Muslim dalam mendorong tumbuhnya harmoni, toleransi, ataupun kerukunan juga berbeda dengan di wilayah yang mayoritas  muslim. Minoritas ini memiliki kekhasan dalam menterjemahkan bangunan kerukunan beragama di wilayah NTT. Untuk menjawab tujuan penulisan ini, akan di­gam­­barkan bagaimana persepsi minoritas muslim NTT dalam membangun model kerukunan beragama; selanjutnya juga akan digambarkan bagaimana pemahaman mayoritas dan minoritas dalam mendorong praktik kerukunan beragama dalam kerangka kebangsaan. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa harmoni umat beragama merupakan keniscayaan yang harus terus dibangun demi keutuhan bangsa Indonesia: ada kesadaran bahwa harmoni berbangsa dan bernegara di Indonesia merupakan model ideal yang saat ini menjadi contoh bagi masyarakat dunia. Model-model kerukunan yang dipersepsi minoritas dapat dirawat dan selanjutnya menjadi platform dalam mewujudkan harmoni sosial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sulanam, S. (2018). PERSEPSI MINORITAS MUSLIM TERHADAP MODEL KERUKUNAN DALAM MEMBANGUN HARMONI SOSIAL. An-Nas, 2(1), 160–168. https://doi.org/10.36840/an-nas.v2i1.95

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free