Abstract
Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching berbasis Etnosains dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan rendahnya keterlibatan aktif siswa dan kurangnya keterkaitan antara materi pembelajaran dengan konteks budaya lokal akibat dominasi pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Quantum Teaching menekankan penciptaan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna melalui pengembangan aspek kognitif, afektif, sosial, dan pengalaman nyata siswa. Sementara itu, etnosains memfokuskan pada integrasi pengetahuan lokal, tradisi, dan kearifan budaya sebagai konteks dalam memahami konsep-konsep ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menganalisis sumber-sumber ilmiah berupa buku, jurnal, artikel, dan dokumen akademik relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif dan naratif review untuk menguraikan konsep Quantum Teaching, etnosains, serta implementasinya dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi Quantum Teaching dengan Etnosains melalui tahapan pembelajaran TANDUR mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep ilmiah siswa, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal.
Cite
CITATION STYLE
Windayani, P. A. (2026). Analisis Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Etnosains di Sekolah Dasar. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 1183–1189. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10409
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.