Abstract
Penurunan produksi sumur adalah hal yang wajar pada Lapangan Z yang lama berproduksi. Hal ini diakibatkan oleh penurunan tekanan reservoir karena diproduksikannya fluida ke permukaan. Begitu juga dialami oleh PT Y Lapangan Z yang mempunyai target produksi tahun 2022 sebesar 2.145 BOPD. Tentunya hal ini menjadi masalah utama yang disaat terdapat target lifting nasional sebesar 1 juta BOPD. Untuk menghadapi tantangan tersebut perlu dilakukan studi mengenai optimasi produksi dengan salah satu skenarionya adalah pemasangan artificial lift. Salah satu sumur yang menjadi kandidat studi ini adalah Sumur X yang diprediksikan akan berhenti produksi secara natural flow pada tanggal 29 Januari 2023. Penelitian ini berfokus dalam memprediksi kondisi sumur pada masa mendatang termasuk laju produksi, WC, GOR, dan tekanan kepala sumur sebagai modal perencanaan pemasangan artificial lift. Perencanaan pemasangan artificial lift pada Sumur X telah melewati tahapan screening dan terpilihlah Electrical Submersible Pumping (ESP). Setelah dihitung parameter desainnya maka didapatkan laju alir target 345 STB/hari dengan rencana pemasangan 56 stage dengan kekuatan motor 9,5 HP. Pemasangan pompa ESP pada Sumur X telah menaikkan produksi hingga 18 kali lebih banyak sehingga Sumur X diharapkan dapat berproduksi secara optimal kembali dengan menggunakan ESP sebagai metode pengangkatan buatan.
Cite
CITATION STYLE
Ridha, F. M., & Indriani, E. (2023). PEMILIHAN ARTIFICIAL LIFT UNTUK OPTIMASI PRODUKSI SUMUR X DI PT Y LAPANGAN Z. Jurnal Eksplorasi Dan Produksi Migas, 1(2), 45–54. https://doi.org/10.53026/jepm.v1i2.1052
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.