Cerita Rakyat Asia Tenggara:Kajian Komparatif Sebagai Alternatif Bahan Ajar BIPA

  • Gultom N
  • Yeti Mulyati
N/ACitations
Citations of this article
56Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bahan ajar dengan materi sastra merupakan hal krusial dalam pembelajaran BIPA. Salah satu materi sastra dalam BIPA adalah sastra lisan atau lebih khusus cerita rakyat. Cerita rakyat mengandung unsur budaya dari komunitas pemilik cerita tersebut. Cerita rakyat tidak menutup kemungkinan akan memiliki cerita yang sama dengan daerah lainnya, karena pada hakikatnya cerita rakyat disampaikan secara lisan. Berkaitan dengan itu dalam penelitian ini dianalisis beberapa cerita rakyat dari berbagai negara di Asia Tenggara dengan kajian komparatif atau sastra bandingan. Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan yang menjadikan sastra sebagai salah satu topik pembelajaran bagi BIPA, maka hasil perbandingan unsur instrinsi dan budaya dalam cerita rakyat ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk pengembangan bahan ajar bagi pemelajar BIPA. Perbandingan cerita rakyat ini dapat menjadi salah satu kajian lintas budaya. Penelitian ini menganalisis cerita rakyat Malin Kundang dari Indonesia, Pulau Jelapi dari Thailand, Sitanggang dari Malaysia dan Nakhoda Manis dari Brunei Darussalam. Berdasarkan hasil analisis terdapat kemiripan diantara keempat cerita dari segi unsur intrinsik dan budaya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gultom, N., & Yeti Mulyati. (2023). Cerita Rakyat Asia Tenggara:Kajian Komparatif Sebagai Alternatif Bahan Ajar BIPA. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(2), 1090–1098. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i2.2937

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free