Berebut Paling Shaleh: Penguatan Identitas Ulama di Era Milenial

  • Bakar, MS A
  • Hanafi I
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ulama menduduki posisi penting dalam masyarakat Islam. Ulama tidak hanya sebagai figur ilmuan yang menguasai dan memahami ajaran-ajaran agama, tetapi juga sebagai penggerak, motivator dan dinamisator masyarakat ke arah pengembangan dan pembangunan umat. Perilaku ulama selalu menjadi teladan dan panutan. Ucapan ulama selalu menjadi pegangan dan pedoman. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mengglobal, maka semua orang bisa berbicara sebagai ulama.seakan telah meruntuhkan dinding-dinding pembatas dan menjadikannya sebagai sekat liberasi informasi. Kondisi ini, telah membawa masyarakat muslim Indonesia ke dalam dua tipologi ulama, Pertama, ulama selebritis, dan yang kedua, ulama tradisional.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bakar, MS, A., & Hanafi, I. (2018). Berebut Paling Shaleh: Penguatan Identitas Ulama di Era Milenial. Kontekstualita, 34(02). https://doi.org/10.30631/kontekstualita.v34i02.39

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free