Abstract
Ulama menduduki posisi penting dalam masyarakat Islam. Ulama tidak hanya sebagai figur ilmuan yang menguasai dan memahami ajaran-ajaran agama, tetapi juga sebagai penggerak, motivator dan dinamisator masyarakat ke arah pengembangan dan pembangunan umat. Perilaku ulama selalu menjadi teladan dan panutan. Ucapan ulama selalu menjadi pegangan dan pedoman. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang mengglobal, maka semua orang bisa berbicara sebagai ulama.seakan telah meruntuhkan dinding-dinding pembatas dan menjadikannya sebagai sekat liberasi informasi. Kondisi ini, telah membawa masyarakat muslim Indonesia ke dalam dua tipologi ulama, Pertama, ulama selebritis, dan yang kedua, ulama tradisional.
Cite
CITATION STYLE
Bakar, MS, A., & Hanafi, I. (2018). Berebut Paling Shaleh: Penguatan Identitas Ulama di Era Milenial. Kontekstualita, 34(02). https://doi.org/10.30631/kontekstualita.v34i02.39
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.