Abstract
Fungi malassezia furfur merupakan fungi yang menyebabkan penyakit tinea versicolor yang menyerang stratum coeneum pada epidermis kulit. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antifungi adalah tanaman sengkubak (P. cauliflora). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak metanol daun sengkubak (P. cauliflora) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan fungi M. furfur. Penelitian ini menggunkan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 7 perlakuan yaitu kontrol positif (ketokonazol), kontrol negatif (DMSO 10%) dan konsentrasi ekstrak daun sengkubak 0,50; 1; 1,5; 2 dan 2,5 g/mL. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol daun sengkubak (P. cauliflora) dapat menghambat fungi M. furfur yang ditandai dengan adanya zona hambat yang dihasilkan. Konsentrasi ekstrak metanol daun sengkubak (P. cauliflora) yang efektif dalam menghambat pertumbuhan fungi M. furfur yaitu konsentrasi 1,5 g/mL dengan zona hambat sebesar 13,21 mm yang bersifat fungistatik.
Cite
CITATION STYLE
Novia Putri, V., Linda, R., & Kuniatuhadi, R. (2023). AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK METANOL DAUN SENGKUBAK (Pycnarrhena cauliflora Diels.) TERHADAP PERTUMBUHAN Malassezia furfur. BIOLOGICA SAMUDRA, 4(2), 88–96. https://doi.org/10.33059/jbs.v4i2.4334
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.