Cross-Cultural Competency dalam Psikiatri Fokus pada Membangun Aliansi Terapeutik

  • Sinaga D
  • Muljohardjono H
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Membangun aliansi terapeutik positif (hubungan terapeutik) merupakan suatu prediktor keberhasilan suatu terapi dalam berbagai kondisi.Untuk memperoleh suatu aliansi kerja yang baik, sangat diperlukan kesesuaian antara terapis dan klien dalam beberapa faktor, diantaranya kesesuaian dalam hal latar belakang budaya, dan etnis. Ketidakmampuan memahami latar belakang budaya pasien akan meningkatkan angka ketidakpatuhan berobat dan putusnya proses psikoterapi, karena itu diperlukan peningkatan kompetensi terapis dalam memahami latar belakang budaya dan nilai yang dianut oleh pasien. Hal inilah yang disebut dengan cross cultural competency. Dengan memahami dan meningkatkan cultural competency disemua bidang baik oleh terapis maupun lembaga  pemberi  layanan,  diharapkan  pasien  mencapai  tujuan  terapi  sesuai dengan kebutuhan mereka secara individual.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sinaga, D. E., & Muljohardjono, H. (2020). Cross-Cultural Competency dalam Psikiatri Fokus pada Membangun Aliansi Terapeutik. Jurnal Psikiatri Surabaya, 7(1), 43. https://doi.org/10.20473/jps.v7i1.19409

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free