Abstract
Abstrak. Kehamilan yang tidak diinginkan akibat pelecehan seksual terasa sangat berat bagi wanita sehingga dibutuhkan kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan yang disebut resiliensi. Individu yang resilien mampu menghadapi hal yang menekan dalam hidupnya dan berusaha untuk mengatasi tekanan melalui strategi koping, salah satunya dengan melakukan pemaafan. Terapi pemaafan adalah salah satu bentuk intervensi yang dapat meningkatkan resiliensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan resiliensi pada wanita penyintas pelecehan seksual melalui terapi pemaafan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain reversal A-B. Subjek penelitian adalah 3 orang wanita penyintas pelecehan seksual yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan dengan tingkat resiliensi rendah atau sedang berdasarkan kategorisasi skala CYRM-28. Data dianalisis dengan analisis visual dan analisis nonparametrik Wilcoxon. Hasil analisis visual menunjukkan peningkatan resiliensi, sedangkan hasil analisis nonparametrik menunjukkan perbedaan resiliensi yang tidak signifikan (0,109 > 0,05) antara sebelum dan setelah intervensi diberikan. Meskipun demikian, pengukuran effect size menunjukkan bahwa terapi pemaafan berpengaruh besar (0,926 > 0,8) untuk meningkatkan resiliensi wanita penyintas pelecehan seksual yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.Kata kunci: kehamilan tidak diinginkan, pelecehan seksual, resiliensi, terapi pemaafanAbstract. An unwanted pregnancy due to sexual abuse feels so heavy for a woman so that it needs the ability to rise from adversity called resilience. Resilient individuals are able to deal with pressures in their lives and try to deal with stress through coping strategies, which is to forgive. Forgiveness therapy is a form of intervention that can increase resilience. The purpose of this study was to determine the increase in resilience in women survivors of sexual abuse who experienced an unwanted pregnancy through forgiveness therapy. This research uses quasi-experimental method with A-B reversal design. Subjects were 3 survivors of sexual abuse who experienced an unwanted pregnancy with low or moderate resilience based on the CYRM-28 scale categorization. Data were analyzed by Wilcoxon visual analysis and nonparametric analysis. The results of visual analysis showed an increase in resilience, while the results of the nonparametric analysis showed a non-significant difference in resilience (0.109> 0.05) between before and after the intervention was given. Even so, measurement of effect size shows that forgiveness therapy has a big effect (0.926> 0.8) to increase the resilience of survivors of sexual abuse who experienced an unwanted pregnancy.Keywords: unwanted pregnancy, sexual abuse, resilience, forgiveness therapy
Cite
CITATION STYLE
Theofani, E., & Herdiana, I. (2020). Meningkatkan resiliensi penyintas pelesual melalui terapi pemaafan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8(1), 1. https://doi.org/10.22219/jipt.v8i1.9865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.