Bell’s Palsy (BP)

  • Moch B
N/ACitations
Citations of this article
250Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bell’s Palsy adalah nama sejenis penyakit kelumpuhan perifer akibat proses (non suppuratif, non neoplasmatik, non degeneratif primer), namun sangat mungkin akibat edema pada nervus fasialis pada distal kanalis fasialis. Penyebab secara pasti belum diketahui, tetapi beberapa penelitian mendukung adanya infeksi sebagai penyebab bell’s palsy terutama HSV. Dari beberapa penelitian dan penyelidikan yang telah dilakukan ternyata 75% dari paralisis fasial adalah Bell’s Palsy. Permasalahan yang di timbulkan Bell’s Palsy cukup kompleks, diantaranya: masalah kosmetika dan psikologis. Adanyakelumpuhan pada otot wajah menyebabkan wajah tampak mencong dan ekspresi abnormal, sehingga menjadikan penderitanya merasa minder dan kurang percaya diri. Diagnosis dapat ditegakkan secara klinik setelah penyebab yang jelas untuk lesi nervus fasialis perifer disingkirkan. Terapi yang dianjurkan saat ini ialah pemberian prednison, fisioterapi dan kalau perlu operasi. Penanganan yang di berikan sedini mungkin sangat di perlukan untuk mengembalikan fungsi otot-otot wajah, dan mengembalikan penampilan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Moch, B. (2017). Bell’s Palsy (BP). Saintika Medika, 7(2). https://doi.org/10.22219/sm.v7i2.4073

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free