Abstract
Introduction: Traditional Sasak baby massage (obisa) which aims to increase blood circulation and increase metabolism requires oil that does not irritate the baby's skin so it does not cause rashes. Baby massage oil by Sasak shamans uses spices such as mixing coconut oil with cinnamon, turmeric, coriander and cloves so that the raw materials for the formulation of obisa herbal oil are virgin coconut oil (VCO), cloves, coriander, and grey nicker. Therefore, in this study, an irritation test was carried out using the patch test method. Method: Patch test irritation test using 6 volunteers (female) aged 20-25 years. Apply obisa herbal oil to the inner forearm, behind the ear, thigh crease with an area of attachment (2.5 x 2.5 cm) left open and observe what happens. Apply obisa herbal oil twice a day in the morning and evening for 3 consecutive days. Observations were made by the volunteers themselves to see whether there were signs of irritation in the form of itching, signs of redness, as well as swelling and soreness in the area that had been applied within 30 minutes after application. Results: Irritation test showed that the herbal oil formulation of obisa (cloves, coriander, and grey nicket) virgin coconut oil-based in most of the observation areas of the inner forearm, behind the ears and folds of the thighs did not cause irritation, there was slight irritation (redness) in the forearm area inner part and slight irritation (itching) in the thigh crease. Conclusion: obisa herbal oil has a mild irritating effect on topical skin application Pendahuluan: Pijat bayi tradisional Sasak (obisa) yang bertujuan meningkatkan peredaran darah dan meningkatkan metabolisme membutuhkan minyak yang tidak menimbulkan iritasi pada kulit bayi sehingga tidak menyebakan ruam. Minyak pijat bayi oleh dukun Sasak menggunakan rempah-rempah seperti mencampur minyak kelapa dengan kayu manis, kunyit, ketumbar, dan cengkeh sehingga bahan baku formulasi obisa herbal oil yaitu virgin coconut oil (VCO), cengkeh, ketumbar, dan kadara. Oleh karena itu dalam penelitian ini melakukan uji iritasi dengan metode patch test. Metode: Uji iritasi patch test menggunakan 6 orang sukarelawan (putri) berusia 20-25 tahun. Mengoleskan minyak herbal obisa pada lengan bawah bagian dalam, belakang telinga, lipatan paha dengan luas lekatan (2,5 x 2,5 cm) dibiarkan terbuka dan diamati apa yang terjadi. Melakukan pengolesan minyak herbal obisa sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari selama 3 hari berturut-turut. Pengamatan dilakukan oleh sukarelawan sendiri apakah ada tanda-tanda iritasi berupa rasa gatal-gatal, tanda kemerahan, maupun bengkak dan rasa perih pada daerah yang telah dioleskan selama dalam waktu 30 menit setelah dioleskan. Hasil: Uji iritasi menunjukkan bahwa formulasi minyak herbal obisa (cengkeh, ketumbar, dan kadara berbasis virgin coconut oil) sebagian besar daerah pengamatan lengan bawah bagian dalam, belakang telinga dan lipatan paha tidak menyebabkan iritasi, terdapat sedikit iritasi (kemerahan) pada daerah lengan bawah bagian dalam dan sedikit iritasi (rasa gatal) pada lipatan paha. Simpulan: minyak herbal obisa memberikan dampak sedikit iritasi pada aplikasi kulit secara topikal
Cite
CITATION STYLE
Halimatussyaadiah, St., Sudarmi, S., Anggraeni, N. P. D. A., & Sutarmi, S. (2023). Uji iritasi formulasi obisa herbal oil (cengkeh, ketumbar, dan kadara) bahan pijat bayi berbasis virgin coconut oil (VCO) sebagai pelarut. Intisari Sains Medis, 14(3), 1176–1180. https://doi.org/10.15562/ism.v14i3.1861
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.