Hubungan Kultur Darah Pasien Tersangka Sepsis dengan Nilai Prokalsitonin dan C- ReactiveProtein

  • Lubis B
  • Nelly N
  • Syofiani B
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
50Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar belakang.Diagnosis sepsis neonatorum sering sulit ditegakkan karena gejala klinis yang tidak spesifik pada neonatus sedangkan pemeriksaan kultur darah merupakan baku emas namun pemeriksaan tersebut hasilnya baru dapat diketahui setelah beberapa hari. Pada beberapa penelitian, nilai prokalsitonin akan meningkat saat sepsis sehingga sudah dikenal sebagai petanda infeksi pada penyakit beratTujuan.Mengetahui hubungan kultur darah dengan nilai prokalsitonin dan C-reactive proteinpada pasien tersangka sepsisMetode. Penelitian menggunakan studi potong lintang yang dilakukan di Divisi Neonatologi RS. H. Adam Malik Medan pada bulan Oktober 2011 – Februari 2012Hasil. Didapatkan 43 bayi diperiksa kultur darahnya dan sebanyak 36 bayi terbukti postif (83.7%). Terdapat hubungan yang bermakna antara hasil kultur darah dengan nilai prokalsitonin (p<0,05) sedangkan dengan nilai CRP tidak terdapat hubungan.Kesimpulan.Hasil kultur darah mempunyai hubungan dengan nilai prokalsitonin.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lubis, B. M., Nelly, N., Syofiani, B., Sianturi, P., Azlin, E., & Tjipta, G. D. (2016). Hubungan Kultur Darah Pasien Tersangka Sepsis dengan Nilai Prokalsitonin dan C- ReactiveProtein. Sari Pediatri, 15(1), 5. https://doi.org/10.14238/sp15.1.2013.5-9

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free