Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea

  • Sanjaya T
  • Mudra I
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Suasana kelas formal dengan aturan desain baku, tidak berarti menjadi sekolah ramah anak. Ruang dan suasana pembelajaran yang bebas dari dogma/langgam arsitektur tertentu, bisa membantu anak untuk berpikir di luar kotak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini Tomoe Gakuen di Jepang dan APAP Open School di Korea, dengan teori Jacques Derrida dalam hal makna, fungsi, dan bentuk. Tujuan penelitian adalah manfaat nilai sosial atau praktis, yakni sekolah/pembelajaran tidak harus di gedung/ruang - ruang formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan observasi dan dokumentasi secara online. Hasil penelitian menunjukkan analisa sekolah di Jepang dilihat dari dekonstruksi makna dari kereta menjadi sekolah dan dekonstruksi fungsi dari kendaraan menjadi ruang belajar. Sedangkan, sekolah di Korea mengunakan dekonstruksi makna dari container box menjadi sekolah dan dekonstruksi bentuk di  mana peletakan container box disusun sedemikian rupa. Berdasarkan kedua perbandingan studi kasus terdapat perbedaan dekonstruksi yaitu dekonstruksi makna, dekonstruksi fungsi dan dekonstruksi bentuk.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sanjaya, T. H., & Mudra, I. W. (2022). Dekonstruksi Jacques Derrida pada Arsitektur Sekolah Anak Usia Dini di Jepang dan Korea. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 19(1), 67–73. https://doi.org/10.23917/sinektika.v19i1.16573

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free