Abstract
Kegiatan menenun sudah melekat di setiap jiwa perempuan di Suku Baduy mulai dari umur tiga tahun. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana visualisasi tenun yang diproduksi Masyarakat Baduy? 2) Bagaimana pewarisan dalam hal membuat kain tenun ditransmisikan pada masyarakat Baduy? Penelitian ini menggunakan metodologi etnografi dengan pendekatan kualitatif. Data didapat dengan teknik observasi partisipan, tersamar, wawancara mendalam, Studi dokumentasi, dan Studi pustaka. Penelitian ini fokus pada visualisasi tenun Suku Baduy, meliputi filosofi menenun, proses pembuatan motif, teknik menenun, pola pewarisan tenun, dan faktor pendukung lestarinya tenun Suku Baduy. Filosofi dan tata cara membuat motif tenun Suku Baduy merupakan amanat dari para leluhur. Motifnya diambil dari pencerminan alam dan pikukuh Suku Baduy, dan ada juga yang merupakan kreasi sendiri. Teknik menenun berupa teknik buatan tangan yang menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) atau dikenal dengan sebutan pakara tinun (peralatan tenun). Pola pewarisan dilakukan dengan cara patuh terhadap pandangan hidup atau pikukuh Suku Baduy, setiap ibu mengajarkan kepada anaknya, serta anak sendiri belajar dengan teman sebayanya di sosompang atau teras rumah. Tenun Baduy hingga sekarang masih bisa bertahan disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya penduduk Suku Baduy sangat taat kepada amanat para leluhurnya, untuk memenuhi kebutuhan sandang, faktor keyakinan dan filosofi Baduy, faktor geografi, keterbatasan interaksi, identitas, faktor ekonomi, dan kemitraan.
Cite
CITATION STYLE
Maftukha, N., Yustiono, Y., & Adriati, I. (2017). Visualisasi Tenun Baduy. Journal of Visual Art and Design, 9(2), 51. https://doi.org/10.5614/j.vad.2017.9.2.1
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.