Abstract
Abstract: The study aims to determine the influence of emotional regulatory training to improve subjective well-being. The subjects used in this study were deaf people in the city of Binjai and 10 people. The method used in this research is an experimental method with the model one group pretest-posttest. The hypothesis in this study states that there is a difference in subjective well-being in deaf people before and after emotional regulatory training. Subjective well-being in deaf people will increase after training is given. Data analysis result using paired samples t-test obtained the value of correlation (r) between before training and after training is 0.796 with significant 0.006 and t = -4.553 with a significant p = 0.001 < 0.05 which indicates that there is a difference between the subjective well-being before and after emotional regulation training which means the hypothesis is acceptable. The conclusion is that emotional regulation training gives an influence in improving the subjective well-being of deaf people in the city of Binjai. Indonesian Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengaturan emosional untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyandang tuna rungu di Kota Binjai dan 10 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan model one group pretest-post test. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan kesejahteraan subjektif pada penyandang tunarungu sebelum dan sesudah pelatihan pengaturan emosi. Kesejahteraan subjektif pada penyandang tunarungu akan meningkat setelah diberikan pelatihan. Hasil analisis data menggunakan uji-t berpasangan diperoleh nilai korelasi (r) antara sebelum pelatihan dan setelah pelatihan adalah 0,796 dengan signifikan 0,006 dan t = -4,553 dengan signifikan p = 0,001 <0,05 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara subyektif. kesejahteraan sebelum dan sesudah pelatihan regulasi emosional yang berarti hipotesis dapat diterima. Kesimpulannya adalah bahwa pelatihan regulasi emosional memberikan pengaruh dalam peningkatan kesejahteraan subjektif pada penyandang tuna rungu di Kota Binjai.
Cite
CITATION STYLE
Mirza, R., Lubis, A. F., Siagian, S. F., Simamora, S. S., Sitohang, Y. J. E., & Claudia, C. (2021). Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Meningkatkan Subjective Well-Being Pada Penyandang Tunarungu di Kota Binjai. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 12(1). https://doi.org/10.23887/jjbk.v12i1.32009
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.