Abstract
Kitab Ramayana terdiri 7 kanda (bagian) sebagai bagian dari susastra Hindu yang mengisahkan kehidupan Rama yang sarat dengan nilai-nilai etika, kepemimpinan, ritual, teologi, kesehatan dan sebagainya. Tiap kanda selain mengisahkan kehidupan Rama juga terdapat ceritera yang diselipkan pada bagian kitab Balakanda. Yang menarik dari ceritera selipan Balakanda adalah adanya ceritera tentang kutukan. Untuk menggali ceritera kutukan kitab Ramayana dilakukan melalui metode kepustakaan. Data-data diambil dari bagian Balakanda pada kitab Ramayana karya Walmiki yang disadur oleh Kamala Subramaniam. Nilai, bentuk, penyebab, subyek dan obyek kutukan akan dianalis melalui teori hermeneutic. Nilai pendidikan yang tersirat dalam ceritera kutukan di Balankanda Kitab Ramayana bahwa terjadinya kutukan akibat seorang tidak dibenarkan untuk ahimsa terhadap biantang yang sedang beradu asmara, mengganggu orang suci, tempat suci, menuduh mencuri sarana upacara, melakukan asusila, aplaka guru, menghina orang rendahan, besengkongkol. Adapun wujud akibat kutukan adalah tidak berumur panjang, hilangnya sifat kemanusiaan berubah sifat raksasa, berubah bentuk/wujud, hilangnya masa depan, menjadi orang Candala, Nisada. Kutukan bisa dilakukan oleh orang suci, guru, orang tua, sisya/murid kerohanian. Kutukan dapat menimpa kepada pemburu (profesi), anak, sisya, raja, istri, perempuan, orang tanpa status, orang hina.
Cite
CITATION STYLE
Sujaelanto. (2021). NILAI PENDIDIKAN CERITERA KUTUKAN DALAM BALA KANDA PADA KITAB RAMAYANA. Widya Aksara : Jurnal Agama Hindu, 26(2), 253–270. https://doi.org/10.54714/widyaaksara.v26i2.167
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.