Fenomena Beling Malunan Sebagai Refleksi Kesetaraan Gender melalui Pembelajaran Ilmu Sosial

  • Bagus Weda Wigena I
  • Arif Sobirin Wibowo
  • Komang Alit Wahyuni
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Beling malunan secara etimologis berarti “hamil dulu baru menikah”. Beling malunan adalah bentuk zina yang dilegalkan secara terselubung. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah semakin maraknya kasus zina beling malunan yang dilegalkan masyarakat termasuk wangsa brahmana yang dianggap strata sosial utama. Tujuan penelitian ini adalah mengulas makna dari fenomena beling malunan dalam perspektif subjek wangsa brahmana, kemudian mengejawantahkan hasil analisis tersebut sebagai refleksi kesetaraan gender dalam pembelajaran ilmu sosial. Penelitian kualitatif ini mengambil subjek secara purposive sampling, yakni tiga keluarga konjugal Suku Bali yang berasal dari wangsa brahmana. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara naturalistik, analisis dokumen, dan FGD. Data kemudian dianalisis dengan teknik analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap keluarga merasa senang ketika anaknya menikah meskipun terjadi insiden hamil sebelum menikah, bahkan kehamilan tersebut memang disengaja untuk menguji kesehatan psikis dan kesuburan pasangan sebelum menikah. Selain itu, beling malunan juga menjelaskan bahwa pasangan yang melakukannya bebas dari pengaruh LGBT, hemat biaya periksa dokter spesialis, dan dapat menjadi topik pamer sosial kepada keluarga besar hingga masyarakat di lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai yang dapat diadopsi dari fenomena tersebut adalah nilai yang bersifat refleksi untuk membelajarkan kesetaraan gender melalui pembelajaran ilmu sosial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bagus Weda Wigena, I., Arif Sobirin Wibowo, Komang Alit Wahyuni, & Ida Bagus Arya Lawa Manuaba. (2025). Fenomena Beling Malunan Sebagai Refleksi Kesetaraan Gender melalui Pembelajaran Ilmu Sosial. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 795–812. https://doi.org/10.19105/ejpis.v1i.19122

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free