Kurangnya Keterampilan Komunikasi Generasi Z Memasuki Pasar Kerja

  • Hapsari R
  • Agustina S
  • Wijaya R
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
156Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

The COVID-19 pandemic phenomenon has had a significant impact on the Z generation's readiness to enter the workforce. This generation has minimum communication skills in the workplace, such as, became an example of a lack of soft skills in the workplace. This research aims to investigate the lack of communication and ability phenomenon in the Z generation when entering the labor market. This investigation uses a qualitative approach that involves in-depth interviews. This research has involved 18 college graduates as research subjects. The result of this study has found that the majority of alumni suffered from communication barriers, which means they felt less capable of communicating. They feel inferior and have a low self-image due to a lack of capacity and competence as well as a lack of experience, therefore, it became such a big task to prepare themselves when entering the workforce, that hesitate to start a conversation for fear of making mistake, wrongs, and being impressed with dumbness. The obstacle lies in their self-limitation to change the situations and environments from being limited to technology and remote interaction to having to start over in situations and social environments. Other aspects that determine self-confidence and self-image have a major impact on the aspect of communication skillsFenomena pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan generasi Z memasuki dunia kerja. Minimnya keterampilan komunikasi di tempat kerja yang dimiliki generasi Z merupakan salah satu contoh kurangnya soft skill di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki fenomena ketidakmampuan dan kurangnya keterampilan komunikasi generasi Z untuk mempersiapkan diri memasuki pasar kerja. Investigasi ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan wawancara mendalam. Penelitian ini telah melibatkan 18 orang lulusan perguruan tinggi sebagai subjek penelitian. Hasil analisis menemukan mayoritas para alumni mengalami hambatan dalam berkomunikasi yaitu merasa kurang mampu dalam keterampilan komunikasi. Mereka merasa minder dan memiliki citra diri yang rendah karena kurangnya kapasitas dan kompetensi serta kurangnya pengalaman, maka menjadi tugas yang besar bagi mereka untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Hal itu ditandai dengan perilaku mereka yaitu sering ragu untuk memulai percakapan karena takut melakukan kesalahan, salah, dan terkesan cuek. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan pada diri sendiri yang harus mulai mengubah situasi dan lingkungan dari terbatas pada teknologi dan interaksi jarak jauh menjadi harus memulai lagi dalam situasi dan lingkungan sosial. Aspek lain yang menentukan kepercayaan diri dan citra diri mempunyai dampak besar terhadap aspek keterampilan komunikasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hapsari, R., Agustina, S., Wijaya, R., & Romadona, M. R. (2024). Kurangnya Keterampilan Komunikasi Generasi Z Memasuki Pasar Kerja. Jurnal Pekommas, 9(1), 55–65. https://doi.org/10.56873/jpkm.v9i1.5241

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free