MERAWAT KERUKUNAN DENGAN KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA

  • Nuruddin S
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kearifan lokal Muna yang telah diimplementasikan dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Muna. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana operasionalisasi kearifan lokal dalam merawat kerukunan umat beragama di kabupaten Muna? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif untuk mendeskripsikan operasionalisasi kearifan lokal Muna dalam membangun kerukunan umat beragama. Dari hasil temuan penelitian didapatkan bahwa operasionalisasi kearifan lokal dalam membangun kerukunan umat beragama di kabupaten Muna dilakukan melalui pendekatan kultural dan struktural serta difungsikan sebagai alat kuratif maupun preventif dari segala potensi yang merusak kerukunan umat beragama di kabupaten Muna. Terdapat beberapa kearifan lokal Muna yang secara fungsional cukup efektif dalam merawat suasana kerukunan di Muna. Yaitu; budaya gampola atau gotong-royong, tarian modure dan linda’, serta pesan-pesan bijak dari kabali seperti dapo Moa Moa Sioho (saling mengasihi satu sama lain), dapo angka angkatau (saling menghormati satu sama lain), dapo mo moologho (saling tolong menolong satu sama lain), dapo adha adhati (saling menghargai satu sama lain), dan dapo pia piara/dapo bhinibhini kuli (saling asah, saling asih, saling asuh, saling tenggang rasa satu sama lain).

Cite

CITATION STYLE

APA

Nuruddin, S. (2016). MERAWAT KERUKUNAN DENGAN KEARIFAN LOKAL DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA. Al-Qalam, 21(2), 203. https://doi.org/10.31969/alq.v21i2.239

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free