Abstract
Pendahuluan. Candida krusei menghuni tubuh manusia sebagai saprofit namun dapat berubah menjadi patogen dan menyebabkan mikosis. Candida krusei umumnya bersifat resisten primer terhadap flukonazol, namun data laboratorium di Jakarta menemukan adanya C. krusei yang bersifat sensitif terhadap flukonazol sehinga dilakukan studi prospektif mengenai hasil uji kepekaan C. krusei isolat Jakarta, memakai isolat C. krusei yang berbeda. Metode: Penelitian dilaksanakan tahun 2019-2020 di laboratorium parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sebanyak 15 isolat C. krusei diuji dengan metode difusi cakram. Sebelum digunakan isolat uji disegarkan dan dipurifikasi sehingga diperoleh koloni tunggal. Hasil: Isolat yang digunakan berasal dari feses, sputum, broncho-alveolar lavage (BAL) dan satu isolat dari abses paru. Hasil uji kepekaan didapat sembilan isolat resisten, satu isolat intermediate dan lima isolat yang bersifat sensitif terhadap flukonazol. Kesimpulan: Secara in vitro, C. krusei isolat Jakarta tidak seluruhnya bersifat resisten primer terhadap flukonazol, namun sebagian peka.
Cite
CITATION STYLE
Fatril, A. E., Robiatul Adawiyah, & Retno Wahyuningsih. (2020). Pola Kepekaan Candida krusei Isolat Jakarta terhadap Flukonazol. Journal Of The Indonesian Medical Association, 70(6), 110–114. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.70.6-2020-230
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.