PENDEKATAN COUNSELING REBT DALAM MENANGGULANGI CULTURE SHOCK MAHASISWA RANTAU

  • Handayani P
N/ACitations
Citations of this article
125Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Memasuki budaya yang berbeda memungkinkan individu untuk menjadi orang asing dalam budaya tersebut, di mana individu dihadapkan pada situasi di mana kebiasaan mereka diragukan. Hal ini dapat menyebabkan kejutan (ketidakpastian) dan stres, yang dapat menyebabkan konsep diri dan identitas budaya individu dan mengakibatkan kecemasan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar individu mengalami gangguan mental dan fisik, setidaknya untuk periode waktu tertentu. Struktur baru ini akan menjadi lebih terlihat melalui pengalaman emosional dan efektif ketika berinteraksi dengan budaya baru. Banyaknya imigran dan pelajar luar negeri yang memiliki latar belakang budaya berbeda untuk belajar sains di lingkungan perguruan tinggi yang sama dapat menyebabkan tidak terbiasa dengan budaya lokal adalah masalah yang sering mempengaruhi seseorang di negara asing. Demikian pula apa yang terjadi pada siswa dalam persepsi orang dalam kesehatannya, sehingga terjadi kejutan budaya karena tidak memahami perbedaan karakteristik individu lain dari sudut pandang orang lain. Mengatasi culture shock adalah dengan menggunakan pendekatan REBT (Rasional Emotif Behaviour Therapy). REBT digunakan untuk mengatasi kecemasan, persoalan emosi, ketakutan, fobia, dan lain-lain. Culture shock merupakan penyakit akibat kecemasan sehingga bisa diatasi dengan menggunakan REBT.

Cite

CITATION STYLE

APA

Handayani, P. G. (2019). PENDEKATAN COUNSELING REBT DALAM MENANGGULANGI CULTURE SHOCK MAHASISWA RANTAU. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 6(2). https://doi.org/10.33373/kop.v6i2.2134

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free