Abstract
Rumput laut cokelat memiliki potensi menjadi bahan baku garam diet untuk hipertensi, namun terdapat permasalahan dari produk akhir garam rumput laut yaitu aroma khas rumput laut (amis) yang masih kuat. namun Bahan alami yang dapat mencegah aroma ini salah satunya adalah karbon aktif. Tujuan penelitian adalah menentukan konsentrasi karbon aktif dalam proses pembuatan garam S. polycystum dan P. minor untuk menghasilkan garam yang bisa diterima oleh masyarakat. Metode yang digunakan dengan perlakuan konsentrasi karbon aktif berbeda (0%, 0,50%, 0,75%, 1%, 1,25%, 1,50% (b/v)) pada proses pembuatan garam, uji sensori aroma dan karakterisasi garam rumput laut. Karakteristik garam meliputi kadar mineral (Mg, Fe, Ca, Na, K), rasio Na:K, kadar NaCl dan aktivitas antioksidan. Konsentrasi karbon aktif optimum garam S. polycystum 1,50% dengan karakteristik Mg 29,24 mg/g; Fe 0,15 mg/g; Ca 27,66 mg/g; rasio Na:K 0.87 mg/g; NaCl 33.87%; aktivitas antioksidan 201,0 mg/L. Konsentrasi karbon aktif optimum garam P. minor yaitu 1% dengan karakteristik Mg 39,05 mg/g; Fe 0,03 mg/g; Ca 32,28 mg/g; rasio Na:K 1,97 mg/g; NaCl 28.34% dan aktivitas antioksidan111,39 mg/L.
Cite
CITATION STYLE
Manteu, S. H., Nurjanah, N., Abdullah, A., Nurhayati, T., & Seulalae, A. V. (2022). Efektivitas Karbon Aktif dalam Pembuatan Garam Rumput Laut Cokelat (Sargassum polycystum dan Padina minor). Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 24(3), 407–415. https://doi.org/10.17844/jphpi.v24i3.26692
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.