Abstract
Pemenuhan air bersih di sekitar kawasan industri, tambang dan perkebunan di daerah berbasis rawa seperti Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan permasalahan yang serius. Saat ini diperlukan teknik purifikasi air dengan kandungan logam tinggi dan asam menjadi air bersih dengan memanfaatkan teknologi membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum penggunaan fly ash (FA) dan nano clay (NC) batu bara serta suhu pembakaran terhadap karakteristik kinerja membrane keramik tubular pada unit pengolahan air di wilayah Banyuasin. Unjuk kerja membrane keramik dinyatakan dalam penurunan kadar Fe, Mn dan kesadahan (CaCO 3 ). Komposisi FA: NC divariasikan 2:3, 1:1, 3:2, 7:3 (berat), sedangkan suhu pembakaran divariasikan 700; 800 dan 900 o C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi FA:NC 1:1 dengan suhu pembakaran 800 o C mampu menurunkan kadar Fe sekitar 90-93%, kadar Mn 62-71% dan kadar CaCO 3 75-82%. Berdasarkan fotograf XRD dan SEM, tingkat permeabilitas, kekuatan retak dan efisiensi, maka membrane keramik dengan komposisi tersebut direkomendasikan untuk digunakan pada unit pengolahan air di Banyuasin.
Cite
CITATION STYLE
Susanto, T., & Nurhayati, C. (2017). Pengolahan air permukaan di Banyuasin menggunakan membran keramik berbahan batubara dan nano clay. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 8(1), 1. https://doi.org/10.21771/vol8no1tahun2017artikel1964
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.