Abstract
Permasalahan kesempatan kerja ini juga menjadi salah satu dari beberapa masalah yang berkaitan dengan sosial ekonomi. Dalam hal ini pemerintah sedang dan akan terus berusaha untuk memberantas permasalahan ini, baik dalam skala kecil (daerah) ataupun dalam skala besar (nasional). Masalah yang berkaitan dengan pengangguran ini tergolong masalah yang kompleks, karena ini berhubungan dengan beberapa indikator lain. Indikator lain yang berhubungan dengan permasalahan pengangguran di antaranya terdapat pertumbuhan perekonomian, tingkatan inflasi, besaran upah, dan juga jumlah penduduk dalam suatu daerah. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, inflasi dan upah minimum provinsi terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Barat. Metode penelitian digunakan adalah metode metode Ordinary Least Square (OLS) menurut runtut waktu (times series) selama periode 2010-2021 dengan menggunakan program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan bahwa variabel tingkat pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh variabel independen terdiri dari pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, inflasi dan upah minimum provinsi sebesar 52.7 persen. Secara parsial terdapat variabel pertumbuhan ekonomi dan upah minimum provinsi berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka sedangkan terdapat variabel jumlah penduduk dan inflasi tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran terbuka di Sumatera Barat. Kata
Cite
CITATION STYLE
Sahara, W. A., & Iryani, N. (2023). PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, INFLASI DAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI SUMATERA BARAT. Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo, 9(1), 28. https://doi.org/10.35906/jep.v9i1.1387
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.