Abstract
Hingga kini upaya penafsiran ayat-ayat al-Qur’an sudah memiliki standarisasi yang dapat dijadikan acuan bagi umat Islam dan dapat pula dijadikan buku pelajaran dalam kajian-kajian keislaman. Meskipun keberadaannya bisa statis pada satu sisi kalau penafsirannya hanya tertuju pada bacaan yang sudah ada, tentunya hal ini menjadikan hukum yang dikeluarkan darinya (al-Qur’an) semakin sempit. Sehingga ada kalangan tertentu yang berpendapat bahwa proses standarisasi itu menjadikan penafsiran terhadap teks ini memiliki bias gender, terutama yang menyudutkan kaum wanita. Dan akan selalu dinamis pada sisi yang lain bila penafsirannya senantiasa disesuaikan dengan perkembangan tuntutan umat yang selalu berkembang.
Cite
CITATION STYLE
Lutfi, M. (2019). TEORI PENAFSIRAN AYAT-AYAT GENDER. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah Dan Kemasyarakatan, 21(1), 86–115. https://doi.org/10.15408/dakwah.v21i1.11812
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.