HAK-HAK PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-MISBAH

  • Firman S N
  • Muhammad Rizki V
  • Tri Muhriningsi V
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ajaran islam pada hakikatnya sangat memuliakan seorang perempuan. Pada zaman pra islam derajat seorang wanita dipandang rendah. Kekuasaan seorang laki-laki sangat mendominasi sehingga perempuan mengalami ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan. Bahkan keberadaan seorang perempuan dinilai sebagai aib bagi keluarga. Keberadaan Al Quran sebagai kitab petunjuk bagi umat islam secara konsisten menghapus ketidakadilan terhadap kaum perempuan sebagaimana tampak pada ayat 58-59 surah An Nahl. Ayat tersebut diturunkan dalam rangka mengikis habis segala macam pandangan yang membedakan laki-laki dengan perempuan, khususnya dalam bidang kemanusiaan. Dalam kepenulisan ini digunakan metode research library untuk menjawab permasalahan di atas, serta  literasi dari kitab Tafsir Al Misbah, jurnal dan artikel. Hasil dari penelitian ini memuat bahwasannya dalam Islam perempuan memiliki hak sebagaimana laki-laki. Diantara hak-hak perempuan adalah hak perempuan untuk menutut ilmu, hak perempuan dalam bekerja, hak perempuan dalam bermasyarakat dan hak perempuan selaku istri dalam rumah tangga

Cite

CITATION STYLE

APA

Firman S, N. A., Muhammad Rizki, V., & Tri Muhriningsi, V. (2023). HAK-HAK PEREMPUAN DALAM TAFSIR AL-MISBAH. AT-TAISIR: Journal of Indonesian Tafsir Studies, 3(1), 49–60. https://doi.org/10.51875/attaisir.v3i1.103

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free