Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Pancasila

  • Hertriani A
  • Aulia G
  • Purwi S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Hak Asas|i Manus|ia (HAM) dalam perspekt|if Pancas|ila merupakan pengakuan terhadap martabat dan hak dasar set|iap |ind|iv|idu yang d|il|indung|i oleh negara. Pancas|ila, sebaga|i dasar negara |Indones|ia, member|ikan landasan yang kokoh bag|i penegakan HAM dengan menempatkan n|ila|i-n|ila|i kemanus|iaan, kead|ilan, dan persatuan sebaga|i p|ilar utama. Dalam pandangan Pancas|ila, HAM t|idak hanya d|il|ihat sebaga|i hak |ind|iv|idu semata, tetap|i juga sebaga|i bag|ian t|idak dapat d|ip|isahkan dar|i keh|idupan bermasyarakat dan bernegara.Pancas|ila mengajarkan bahwa set|iap warga negara berhak untuk h|idup bebas, memperoleh kead|ilan, serta mendapatkan perl|indungan atas hak-haknya, termasuk hak atas kebebasan berpendapat, hak atas pend|id|ikan, dan hak untuk h|idup sejahtera. N|ila|i kemanus|iaan yang terkandung dalam s|ila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa", member|ikan dasar sp|ir|itual bag|i pengakuan terhadap n|ila|i kemanus|iaan yang un|iversal, sementara s|ila kedua h|ingga kel|ima mengarahkan pada penerapan kead|ilan sos|ial, kesetaraan, dan persatuan dalam keh|idupan berbangsa. Secara keseluruhan, Pancas|ila t|idak hanya mengaku|i hak asas|i manus|ia sebaga|i hak yang d|iber|ikan oleh Tuhan, tetap|i juga sebaga|i hak yang harus d|ijaga dan d|ihormat|i oleh set|iap |ind|iv|idu dan negara. Dalam konteks |in|i, hak asas|i manus|ia dan Pancas|ila sal|ing melengkap|i dan member|ikan arah dalam pembentukan masyarakat yang ad|il dan beradab, d|i mana set|iap orang d|iharga|i hak-haknya tanpa d|iskr|im|inas|i. Pancas|ila menjad|i panduan dalam mengupayakan kese|imbangan antara hak |ind|iv|idu dan kepent|ingan bersama, mewujudkan masyarakat yang berkead|ilan dan harmon|is.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hertriani, A. N., Aulia, G., Purwi, S. N., & Pamungkas, Y. (2025). Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Pancasila. Lentera Ilmu, 1(2), 113–123. https://doi.org/10.59971/li.v1i2.60

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free