Abstract
Daun kelor telah dikenal oleh masyarakat sebagai pengobatan. Salah satu penyakit tersebut adalah penyakit Alzheimer dimana cara kerja dari tanaman ini adalah dengan menghambat kerusakan yang terjadi di sistem saraf di otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan ekstrak etanol daun kelor dengan dilakukannya proses skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia yang terkandung dalam tanaman tersebut. Daun kelor yang diperoleh dilakukan proses grinding hingga di dapatkan serbuk simplisia. Setelah itu dilakukan ekstraksi dengan cara merendam daun kelor dengan etanol 96% selama 11 kali hingga di dapatkan ekstrak tersari sempurna. Setelah itu dilakukan pemekatan dengan Rotary Evaporator hingga di dapatkan ekstrak kental daun kelor. Setelah itu ekstrak kental dilanjutkan kembali proses Freeze Drying guna mendapatkan ekstrak kental yang stabil dan tahan dalam penyimpanan. Setelah itu, ekstrak diujikan terhadap penghambatan enzim asetilkolinesterase berdasarkan metode Ellman didapatkan hasil IC50 ekstrak daun kelor sebesar 819.7517 ppm . Sementara itu, kontrol positif eserin dengan nilai IC50 sebesar 5,010 ppm. Kinetika penghambatan asetilkolinesterase adalah kompetitif. Sehingga dikatakan bahwa ekstrak Moringa oleifera mempunyai efek terhadap pengobatan penyakit alzheimer.
Cite
CITATION STYLE
Reubun, Y. T. A. (2021). Penghambatan Enzim Asetilkolinesterase Pada Penyakit Alzheimer Dari Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.). Jurnal Farmasi Indonesia, 18(1), 64–73. https://doi.org/10.31001/jfi.v18i1.1105
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.