Pengaruh Suhu Ekstraksi Warna Alam Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn.) dan Gambir (Uncaria gambir) Terhadap Kualitas Warna Batik

  • Pujilestari T
  • Salma I
N/ACitations
Citations of this article
95Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAKZat warna alam dapat diperoleh dengan cara perlakuan ekstraksi yaitu mengeluarkan pigmen dari bagian tumbuhan pada kondisi yang sesuai. Senyawa-senyawa pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu ekstraksi. Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstraksi warna alam dari kayu secang dan gambir terhadap kualitas warna batik. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50oC, 75oC, 100oC. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur, dan tunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh terhadap kualitas dan arah warna ekstrak kayu secang dan gambir. Suhu ekstraksi 75oC dan 100oC pada secang memberikan ketahanan luntur pencucian dan ketahanan terhadap sinar matahari yang baik. Perlakuan ekstraksi dan fiksasi pada warna gambir tidak berpengaruh terhadap ketahanan luntur warna. Nilai absorbansi berhubungan dengan ketuaan warna batik. Arah warna kayu secang adalah merah sampai merah kecoklatan sedangkan arah warna gambir adalah kecoklatan sampai coklat tua. ABSTRACTNatural dyes can be obtained by extraction treatment which separate the pigment from the plant under appropriate conditions. Compounds of color carriers having a specific resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the effect of the extraction of the natural color of secang and gambier on the coloring quality of batik. Extraction of natural dyes made at various heating temperature are 50°C, 75°C, 100°C. Natural dyes obtained are applied to dye batik on cotton and silk. Directions color are determined by fixation using alum, lime and ferro sulphate. The results showed that the extraction temperature affects the quality and color matching of secang and gambier. Extraction temperature 75°C and 100°C in secang gives laundering fastness and good sunlight. Treatment of extraction and fixation on gambier coloring no effect on color fastness. Absorbances rate to the darkness color of Batik. Secang color match to red to the red brown and brownish to the dark brown of gambier. ABSTRAKTumbuhan pembawa warna mengandung senyawa kimia yang berbeda beda baik jumlah maupun jenis senyawanya. Senyawa-senyawa dominan pembawa warna mempunyai ketahanan tertentu pada berbagai kondisi suhu . Suhu ekstraksi zat warna alam dari tumbuhan mempengaruhi arah warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa kimia dan arah warna kayu secang dan gambir. Ekstraksi zat warna alam dilakukan pada berbagai variasi suhu pemanasan yaitu 50 oC, 75 oC, 100 oC dan perendaman dalam alkohol selama 7 (tujuh) hari pada suhu kamar. Zat warna alam yang diperoleh diaplikasikan untuk pewarna batik pada kain katun dan sutera. Arah warna ditentukan melalui fiksasi menggunakan tawas, kapur dan tujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ekstraksi berpengaruh pada senyawa kimia zat warna alam kayu secang dan gambir.  Jumlah senyawa zat warna alam pada kayu secang semakin berkurang seiring dengan peningkatan suhu ekstraksi.  Pada gambir jumlah senyawa zat warna paling banyak diperoleh pada suhu ekstraksi 75 oC. Senyawa zat warna dominan pada kayu secang adalah cyclohexanone sedang pada gambir  adalah methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Arah warna kayu secang merah sampai merah kecoklatan dan pada gambir warna kecoklatan sampai coklat tua.ABSTRACTColor bearing plant contains chemical compounds that vary both the number and types of compounds. Compounds dominant color carriers having different resistance at various temperature conditions. The temperature of the extraction of natural dyes from plants affects the direction of color. This study aims to determine the content of chemical compounds and direction color of Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir. Extraction of natural dyes made at various heating temperature is 50 ° C, 75 ° C, 100 ° C and soaking in alcohol for seven (7) days at room temperature. Natural dyes obtained is applied to dye batik on cotton and silk. Directions color is determined by fixation using alum, lime and tujung. The results showed that the temperature effect on the extraction of natural dyes chemical compound Caesalpinia sappan Linn and Uncaria gambir . The amount of compound natural dyes on a Caesalpinia sappan Linn decreases with increase in temperature extraction. In Uncaria gambir  number of compounds most widely dye obtained in the extraction temperature 75o C. Compounds substances dominant color in the Caesalpinia sappan Linn  is cyclohexanone was in Uncaria gambir is methyl 3,4 dideutero 3 nonenoate 3. Directions color of Caesalpinia sappan Linn is red to red-brown and in Uncaria gambir is brown to dark brown color.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pujilestari, T., & Salma, I. R. (2017). Pengaruh Suhu Ekstraksi Warna Alam Kayu Secang (Caesalpinia sappan Linn.) dan Gambir (Uncaria gambir) Terhadap Kualitas Warna Batik. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 34(1), 25–34. https://doi.org/10.22322/dkb.v34i1.1651

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free