FALIA DALAM SISTEM PERLADANGAN ORANG MUNA

  • Suryaningsi T
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kajian ini bertujuan mengungkapkan persepsi tentang falia dan praktik perladangan masyarakat Muna. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, pengamatan, dan wawancara mendalam dengan informan. Hasil kajian menunjukkan bahwa falia dalam kehidupan masyarakat Muna harus ditaati oleh para petani beserta keluarganya karena sangat berhubungan dengan keberhasilan dalam perladangan. Falia berlaku sebagai bentuk aturan berupa pantang-larang selama berladang hingga selesai dilaksanakan ritual kaago-ago. Setiap tindakan harus disadari bahwa ada perbuatan yang tidak boleh dilakukan karena dapat menyebabkan tanaman mendapat gangguan dari hewan-hewan liar dan hama penyakit, bahkan anggota keluarga dapat terserang penyakit yang susah untuk disembuhkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa falia dipercaya memiliki kuasa bersifat magis terhadap tanaman perladangan orang Muna. Adapun fungsi falia dalam kehidupan masyarakat Muna adalah mengontrol tindakan manusia sebagai pengelola alam agar tetap menjaga lingkungan dengan baik serta menjaga hubungan manusia dengan sesama dan makhluk gaib sebagai penguasa alam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Suryaningsi, T. (2017). FALIA DALAM SISTEM PERLADANGAN ORANG MUNA. Walasuji : Jurnal Sejarah Dan Budaya, 8(2), 381–394. https://doi.org/10.36869/wjsb.v8i2.128

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free