Pendampingan Pemanfaatan Ampas Tahu Menjadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi Tinggi Bagi Masyarakat Pengusaha Tahu di Gerisak Mataram

  • Muti'ah M
  • Siahaan J
  • Junaidi E
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa pendampingan pemanfaatan ampas tahu menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi pada masyarakat pengusaha tahu di Kampung Gerisak, Mataram. Masyarakat yang terlibat terutama adalah ibu – ibu yang tergabung dalam kelompok pengusaha tahu rumahan dengan jumlah 12 – 15 orang. Kegiatan yang dilakukan adalah: penyuluhan, pembuatan kerupuk, dan diskusi-tanya jawab.  Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah: (1) Berhasil melakukan penyuluhan tentang cara pembuatan kerupuk dengan bahan baku ampas tahu dengan hasil masyarakat sangat tertarik dan termotivasi. (2) Berhasil dibuat kerupuk berbahan dasar ampas tahu, melalui tahapan: penyiapan bahan, pencampuran, perebusan, pemotongan, penjemuran, dan penggorengan. Hasil evaluasi oleh masyarakat menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kualitas rasa, maka perlu ditambahkan bumbu masak seperti bawang. (3) Berhasil melaksanakan diskusi dan tanya jawab dengan hasil masyarakat termotivasi untuk membuat kerupuk tersebut dan menginginkan inovasi yang terkait dengan rasa (gurih atau pedas). Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa ampas tahu dapat digunakan sebagai bahan dasar kerupuk dan masyarakat cukup tertarik dan termotivasi dengan kegiatan tersebut.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muti’ah, M., Siahaan, J., Junaidi, E., & Sukib, S. (2022). Pendampingan Pemanfaatan Ampas Tahu Menjadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi Tinggi Bagi Masyarakat Pengusaha Tahu di Gerisak Mataram. Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia, 1(1), 1–5. https://doi.org/10.29303/jpimi.v1i1.436

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free