Penjadwalan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Dengan Critical Path Method

  • Sepriyanna I
  • Suardi A
  • Wahyuningsih U
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan pasokan energi, tidak cukup hanya mengandalkan energi fosil sebagai sumber utama. Salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia adalah tenaga surya, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber utama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pelaksanaan pembangunan proyek PLTS dapat menjadi tugas yang rumit karena membutuhkan investasi waktu, biaya, dan tenaga kerja yang tidak sedikit. Masalah penjadwalan aktivitas adalah salah satu tugas penting yang harus dilakukan untuk pengendalian proses konstruksi dan perencanaan yang cermat sebelum dimulainya suatu proyek. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini mencoba menerapkan metode penjadwalan proyek pembangunan pembangkit tenaga surya terpusat off-grid, dengan metode jalur kritis (Critical Path Method). Hasil studi menunjukkan bahwa total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek, berdasarkan penghitungan, menjadi 37 minggu jika tidak ada penundaan. Penerapan metode jalur kritis dapat memperbaiki jadwal yang digunakan sebelumnya dan hal ini akan membantu manajer proyek dalam menangani masalah agar penyelesaian proyek dapat dikerjakan tepat waktu

Cite

CITATION STYLE

APA

Sepriyanna, I., Suardi, A., & Wahyuningsih, U. (2021). Penjadwalan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Dengan Critical Path Method. FORUM MEKANIKA, 10(1), 22–29. https://doi.org/10.33322/forummekanika.v10i1.1318

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free