Abstract
Stunting merupakan salah satu masalah prioritas yang ditangani Pemerintah Indonesia. Sebagai wilayah dari Indonesia Bagian Barat, Pulau Sumatera masih memiliki 22 kabupaten/kota berstatus prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Di waktu yang sama, kondisi polutan udara di Sumatera juga perlu menjadi perhatian sebagai salah satu penyebab stunting bersama dengan variabel sosial-lingkungan lainnya. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel sosial-lingkungan terhadap prevalensi balita stunting di Pulau Sumatera. Metode Mixed GWR dipilih untuk mengakomodir adanya heterogenitas spasial dalam model sehingga diperoleh hasil bahwa persentase wanita yang kawin dini berpengaruh dalam meningkatkan prevalensi stunting secara global. Sementara itu, presentase rumah tangga yang memiliki akses air minum layak serta konsentrasi polutan berupa sulfur dioksida dan ground-level ozone yang bersumber dari data citra satelit berpengaruh secara lokal di beberapa kabupaten/kota di Pulau Sumatera pada tahun 2022.
Cite
CITATION STYLE
Amin, A.-S. H., & Marsisno, W. (2024). Pengaruh Variabel Sosial-Lingkungan terhadap Prevalensi Balita Stunting di Pulau Sumatera Tahun 2022. Seminar Nasional Official Statistics, 2024(1), 39–50. https://doi.org/10.34123/semnasoffstat.v2024i1.1971
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.