PARTISIPASI PUBLIK DALAM COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PROGRAM SISTER CITY BANDUNG DAN JEPANG DALAM MENANGGULANGI SAMPAH DI KOTA BANDUNG

  • Bustomi T
  • Ariesmansyah A
  • Kusdiman A
N/ACitations
Citations of this article
319Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Partisipasi publik dalam proses pembuatan keputusan akan mendatangkan keuntungan, yakni memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi para pem- buat keputusan melalui pengembangan pembuatan kebijakan yang berkualitas, bahwa kondisi yang ada pada awal kolaborasi dapat memfasilitasi atau menghambat kerja sama di antara para pemangku kepentingan dan antara lembaga dan pemangku kepentingan. sumber daya untuk berpartisipasi, atau untuk berpartisipasi secara setara dengan pemangku kepentingan lainnya, proses tata kelola kolaboratif akan rentan terhadap manipulasi oleh aktor yang lebih kuat. Hasil   observasi   dan   pengamatan   di   lapangan menunjukkan bahwa sampah yang berada di pasar tersebut belum dikelola dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari penumpukan sampah dan daya tampung (TPS) yang kurang memadai di pasar sehingga sampah tercecer dimana-mana. Di sisi lain pola perilaku pengguna  pasar yang belum dan cenderung tidak memiliki  kesadaran  untuk  menjaga  kebersihan  besrama dan  partisipasi   dalam  pengelolaan sampah masih kurang dan terabaikan, Karakteristik sampah di Kota Bandung  terdiri dari sampah Organik (Sisa-sisamakanan,  sayur-sayuran,  buah-buahan) dan sampah  Anorganik  (plastik,  alumunium,  logam). Dari  hasil  penelitian dapat  dikemukakan  bahwa  bahwa  secara  umum  karakteristik  sampah  masih dominan  sampah  organik yang sebetulnya sangat mudah di oleh untuk kepentingan pembangunan lingkungan; Faktor-faktor yang mempengaruhi   partisipasi   public     dalam pengelolaan   sampah    di   Kota Bandung dengan model sister city menunjukan bahwa  faktor  internal  (pendidikan,  pendapatan,  kepedulian  terhadap  sampah, pengetahuan   tentang   sampah) sementara pengetahuan   tentang   sampah   pada  aspek   (Jenis sampah)  tidak  mempengaruhi  tingkat  partisipasi  public,  demikian  juga faktor  eksternal meliputi (peraturan, bimbingan dan penyuluhan,  dan  fasilitas teknologi); Kondisi  lingkungan (kondisi drainase) tidak mempengaruhi  tingkat partisipasi public. Berjalan Ketika curah hujan tinggi dan banjir yang setiap tahun teralami.  Memang perlunya  meningkatkan sumber daya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Bustomi, T., Ariesmansyah, A., & Kusdiman, A. (2022). PARTISIPASI PUBLIK DALAM COLLABORATIVE GOVERNANCE PADA PROGRAM SISTER CITY BANDUNG DAN JEPANG DALAM MENANGGULANGI SAMPAH DI KOTA BANDUNG. Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi, 13(1), 48–64. https://doi.org/10.23969/kebijakan.v13i1.5037

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free