Strategi Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital di Daerah Tertinggal

  • Emil Yadri
  • Serli Ratna Sari
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perkembangan strategi pendidikan tidak secepat perkembangan teknologi. Adanya digitalisasi di semua segmen kehidupan menuntut terwujudnya digitalisasi pendidikan dan ilmu pengetahuan. sistem pendidikan berbasis digital saat ini telah menjadi sebuah keharusan. Namun, hal tersebut tidak serta merta bisa diterapkan di semua tempat, seperti di daerah tertinggal. Dimana segala sesuatu berjalan dengan lambat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh sikap, budaya dan nilai-nilai sosial yang telah melekat dalam masyarakat yang cenderung masih memegang nilai-nilai tradisional. Pengembangan pendidikan agama Islam di daerah tertinggal berbasis teknologi digital sangat perlu dilakukan guna untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional. Selain itu, pengembangan ini juga dimaksudkan untuk mengimbangi pengaruh negatif dunia digital yang telah merusak dunia pendidikan dasar dan menengah. Dalam rangka mewujudkan pengembangan tersebut, diperlukan strategi yang dapat diterima dan diadopsi dengan baik oleh masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal. Strategi itu harus mematuhi nilai-nilai lokal dimana pengembangan tersebut dilakukan. Koordinasi dengan pihak terkait sejak proses sosialisasi hingga pelaksanaan juga merupakan bagian dari strategi yang harus diterapkan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Emil Yadri, & Serli Ratna Sari. (2023). Strategi Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital di Daerah Tertinggal. ISEDU : Islamic Education Journal, 1(1), 58–64. https://doi.org/10.59966/isedu.v1i1.521

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free