Abstract
Studi artikel ini menaruh perhatian pada skema panorama pola berpikir baru dalam pendidikan di masa pandemi. Metodologi yang digunakan dalam penulisan studi adalah kualitatif-deskriptif. Tema yang diangkat oleh penulis adalah metafisika postmodern cartesian tentang konsep berpikir dalam menentukan suatu kesadaran eksistensi manusia. Pembahasan berisikan elaborasi antara kegiatan berpikir dalam belajar-mengajar melalui aplikasi pembelajaran Zoom dengan falsafah terkenal Rene Descartes tentang “Cogito Ergo Sum”. Pemahaman metode cartesian senantiasa menyangsikan segala sesuatu yang tampak secara inderawi. Tujuan penulisan untuk mendalami pengaruh situasi kelas online dalam proses berpikir manusia mencapai kepastian ilmu pengetahuan di depan layar spektral. Pengetahuan adalah kesadaran penuh perhatian. Realita efektivitas Zoom saat ini menghasilkan suatu paradoks. Pembelajaran daring menciptakan ruang interaktif tetapi di sisi lain juga berdampak bagi terciptanya ruang jenuh dalam pembelajaran sehingga memengaruhi kesadaran berpikir manusia untuk mencapai pengetahuan. Penulis menemukan adanya pergeseran makna penting “Cogito Ergo Sum” milik Descartes menjadi “Cogito Ergo Zoom”. Hal ini tidak terlepas dari ketergantungan pola kesadaran berpikir manusia kini pada sistem jaringan dan layar spektral semata.
Cite
CITATION STYLE
Kevin, A., & Riyanto, F. A. (2022). Panorama Eksistensi Kesadaran Cogito Ergo Sum menuju Cogito Ergo Zoom dalam Pembelajaran Online. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(2), 129–139. https://doi.org/10.23887/jfi.v5i2.42229
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.