Pengaruh Agens Hayati Terhadap Insiden Penyakit Bulai pada Jagung

  • Windriyati R
  • Wulansari N
  • Adisonda R
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengendalian penyakit bulai (Peronosclerospora sp.) menggunakan fungisida sintetik mempunyai dampak buruk. Oleh karena itu, pemanfaatan agens hayati menjadi pilihan lain karena lebih aman dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini mengetahui efek perlakuan benih menggunakan agens hayati terhadap viabilitas benih jagung, penyakit bulai serta pertumbuhan tanaman jagung. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), tiga perlakuan dan ulangan 9 kali. Perlakuan tersebut yaitu K (tanpa perlakuan), B (agens hayati berisi Bacillus subtilis dan Bacillus polymixa) dan T (agens hayati berisi Trichoderma hamatum). Perlakuan agens hayati Bacillus subtilis dan Bacillus polymixa (B) dan perlakuan Trichoderma hamatum (T) mampu meningkatkan viabilitas benih jagung serta panjang akar dan tajuk. Agens hayati Bacillus subtilis dan Bacillus polymixa lebih mampu menekan insidensi dan intensitas penyakit bulai dibandingkan dengan kontrol dan Trichoderma hamatum. Perlakuan kedua agens hayati tersebut hanya mampu meningkatkan jumlah daun tanaman jagung dan tidak mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang dan bobot akar tanaman.

Cite

CITATION STYLE

APA

Windriyati, R. D. H., Wulansari, N. K., & Adisonda, R. (2023). Pengaruh Agens Hayati Terhadap Insiden Penyakit Bulai pada Jagung. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 8(1), 322–329. https://doi.org/10.33379/gtech.v8i1.3701

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free