Pengaruh Pemberian Fenitoin Oral dan Vitamin C Oral terhadap Jumlah Kolagen dan Diameter pada Fistula Enterokutan Tikus Wistar

  • Pambudi Utomo G
  • Riwanto I
  • Nugroho T
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Latar Belakang : Enterocutaneous fistula (ECF) adalah salah satu tantangan bagi banyak ahli bedah di dunia. Meskipun terdapat perkembangan dalam perawatan medis dan tekhnik operasi, namun morbiditas dan mortalitas terkait ECF masih tinggi. Keberhasilan dalam tatalaksana ECF memerlukan perawatan yang komprehensif dan sumber daya yang mahal, dimana tidak terjangkau oleh sebagian masyarakat Indonesia. Fenitoin dan Vitamin C adalah obat yang murah dan telah menunjukan manfaat baik dalam penyembuhan luka. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian fenitoin dan vitamin C akan meningkatkan kolagenisasi dan menurunkan diameter ECF pada tikus wistar. Kemudian untuk mengevaluasi apakah pemberian kombinasi fenitoin dan vitamin C memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggal fenitoin atau fitamin C Metode : Peneliti membuat caecostoma sebagai model ECF pada 24 ekor tikus. Tikus kemudian dibagi menjadi empat kelompok perlakuan dengan : perawatan NaCl,  Kombinasi fenitoin-vitamin C, Fenitoin saja dan Vitamin C saja. Pengamatan hasil dilakukan pada hari ke-7 dengan mengamati deposisi kolagen dan mengukur diameter ECF. Hasil : Penelitian ini menunjukan perbedaan kolagenisasi dan penurunan diameter ECF bermakna secara statistik (p<0.05) pada tiap kelompok perlakuan jika dibandingkan kelompok kontrol (5,521 + 2,552 %; 9,395 ± 0,582 mm). Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pemberian kombinasi fenitoin dengan vitamin C (28,110 ± 6,535 %; 5,742 ± 0,394 mm) memberikan hasil yang lebih baik (p<0.05) dibanding pemberian tunggal fenitoin (15,448 ± 5,184 %; 8,101 ± 0,822 mm) atau vitamin C (19,118 ± 4,190 %; 6,883 ± 0,744 mm). Kesimpulan : Kami menyimpulkan baik fenitoin maupun vitamin C memiliki efek baik dalam penyembuhan ECF. Pemberian kombinasi Fenitoin dan vitamin C terbukti lebih bermanfaat dibandingkan pemberian tunggal. Kata Kunci :  Enterocutaneous fistula, Fenitoin, Vitamin C, kolagen, Diameter fistula

Cite

CITATION STYLE

APA

Pambudi Utomo, G., Riwanto, I., & Nugroho, T. (2022). Pengaruh Pemberian Fenitoin Oral dan Vitamin C Oral terhadap Jumlah Kolagen dan Diameter pada Fistula Enterokutan Tikus Wistar. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine, 9(3), 256–265. https://doi.org/10.36408/mhjcm.v9i3.766

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free