Abstract
Daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) merupakan sejenis tanaman yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Pada daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) ditemukan keberadaan banyak kandungan senyawa metabolit sekunder. Senyawa metabolit sekunder bersifat non polar, semipolar dan polar sehingga untuk memaksimalkan pengekstrakan senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan cara fraksinasi. Proses fraksinasi dalam penelitian ini menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol, sedangkan bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi etil aseat daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Uji aktivitas fraksi etil asetat daun daruju (Acanthus Ilicifolius L) pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh pada konsentasi 20% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 20,99 mm dimana pada katagori zona hambat termasuk dalam katagori kuat, Sedangkan terhadap bakteri Stаphylococcus epidermidis diperoleh pada kosentrasi 15% dengan rata-rata diameter zona hambat sebesаr 20,21 mm dimana pada katagori zona hambat termasuk dalam katagori kuat
Cite
CITATION STYLE
Rabima, R., & Sunyaluri, R. A. (2021). Uji Aktivitas Fraksi Etil Asetat Daun Daruju (Acanthus Ilicifolius L) terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes dan Staphylococcus Epidermidis. Jurnal Health Sains, 2(10), 1357–1364. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i10.309
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.