Abstract
Kebutuhan air di masa Pandemi Covid-19 untuk berbagai upaya kebersihan dan kesehatan meningkat dengan signifikan. Akan tetapi peningkatan jumlah kebutuhan air tersebut tidak disertai dengan peningkatan perhatian terhadap ketersediaan air. Alih fungsi Daerah Tangkapan Air (DTA) menjadi kawasan pemukiman dan industri terus meningkat, seperti yang terjadi di DTA Danau Rawapening. Perubahan tata guna lahan DTA Danau Rawapening menyebabkan meningkatnya debit aliran permukaan pada saat musim hujan dan kekeringan di saat musim kemarau. Peningkatan debit aliran permukaan selalu diiringi dengan penurunan volume infiltrasi, sehingga pada saat musim kemarau debit aliran dasar mengecil. Menurunnya ketersediaan air tersebut menyebabkan penurunan daya dukung kawasan Danau Rawapening. Perubahan tata guna lahan di DTA Danau Rawa Pening didominasi oleh perkembangan permukiman, dari 8,48 % pada tahun 1996 menjadi 18,64 % pada tahun 2010. Kondisi tersebut menyebabkan turunnya volume air hujan yang terinfiltrasi, sehingga cadangan air tanah tidak bertambah. Hal itu akan menyebabkan turunnya debit air pada saat musim kemarau yang selanjutnya akan menurunkan daya dukung air di kawasan tersebut. Kondisi ini terus berlanjut sehingga daya dukung air pada musim kemarau semakin turun, bahkan selama tahun 2009 daya dukung air kawasan hanya sebesar 0,5 – 0,9.
Cite
CITATION STYLE
Purboseno, S., Widyowanti, R. A., & Nugroho, A. S. (2022). Perubahan Tata Guna Lahan di Daerah Tangkapan Air Terhadap Daya Dukung Kawasan. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(1), 422. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i1.5714
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.