Abstract
Budidaya bawang merah (Allium cepa L.) di Provinsi Banten terhambat oleh masalah kekurangan air karena diusahakan di lahan kering. Oleh karena hal tersebut, kami mengevaluasi pengaruh pemberian kalium klorida (KCl) melalui fertigasi tetes untuk efisiensi penggunaan air dan nutrisi pada budidaya bawang merah di lahan kering Banten. Penelitian polybag dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 4 ulangan sebagai blok. Perlakuan terdiri dari dosis KCl dengan system fertigasi tetes yakni 50, 75, 100, 125 dan 150% dari dosis rekomendasi KCl untuk Provinsi Banten dan aplikasi KCl dengan sistem irigasi konvensional sesuai dosis rekomendasi sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman bervariasi pada berbagai perlakuan pada pengamatan 6 dan 8 minggu setelah tanam (mst). Tinggi tanaman maksimal mencapai 49,4 cm pada perlakuan fertigasi tetes dengan dosis KCl 75% pada umur 6 mst dan 43,5 cm pada umur 8 mst. Jumlah daun pada umur 6 mst juga menunjukkan adanya variasi pada berbagai perlakuan. Jumlah daun terbanyak mencapai 23,1 helai yang ditunjukkan pada perlakuan fertigasi tetes dengan dosis KCl 75%. Namun, pada pengamatan kehijauan daun tidak menunjukkan beda nyata antar perlakuan. Hasil panen menunjukkan bahwa perlakauan fertigasi tetes pada dosis KCl 75% menunjukkan jumlah umbi per tanaman paling banyak (9,3 umbi per tanaman) dan bobot tumbi tertinggi (38,95 gram per tanaman). Dari hal tersebut menunjukkan bahwa aplikasi fertigasi tetes dapat mengurangi 25% dosis rekomendasi KCl dibandingkan dengan sistem konvensional.
Cite
CITATION STYLE
Laila, A., Muztahidin, N. I., Radinal, D., Fatmawaty, A. A., & Hermita, N. (2022). Aplikasi kalium klorida pada dosis yang berbeda secara fertigasi tetes untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Kultivasi, 21(3). https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i3.38434
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.