Tinjauan Filosofis Pengembangan Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam

  • Ismail S
N/ACitations
Citations of this article
321Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pada dasarnya, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Hal ini berarti, manusia dilahirkan dalam keadaan sama-sama lemah meskipun menyimpan potensi besar. Namun bukan berarti manusia, ketika dilahirkan, bagaikan kertas putih atau kosong seperti yang dikatakan John Lock atau tak berdaya seperti pandangan Jabariyah. Hal ini karena manusia memiliki potensi yang berupa kecenderungan-kecenderungan tertentu yang menyangkut daya nalar, mental, maupun psikisnya yang berbeda-beda jenis dan tingkatannya. Pemahaman para ahli pendidikan Islam terhadap hakikat fitrah membawa implikasi lahirnya teori fitrah dalam pendidikan. Dalam konteks pendidikan, teori tersebut menjadi pijakan dalam mengembangan fitrah manusia. Dalam hal ini, proses pendidikan menjadi penting untuk ditingkatkan kualitasnya karena ia merupakan salah satu sarana yang dapat menumbuhkankembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri manusia sesuai dengan fitrah penciptaannya. Makalah ini membahas tinjauan filosofis fitrah manusia tersebut dalam konteks pendidikan Islam. Kata

Cite

CITATION STYLE

APA

Ismail, S. (2013). Tinjauan Filosofis Pengembangan Fitrah Manusia dalam Pendidikan Islam. At-Ta’dib, 8(2). https://doi.org/10.21111/at-tadib.v8i2.510

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free