Abstract
Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang dan tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur disebabkan oleh faktor multidimensi yaitu faktor gizi yang buruk yang dialami balita, kekurangan pengetahuan ibu tentang kesehatan dan gizi yang berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit. Salah satu faktor yang berperan aktif dalam mendeteksi dini masalah stunting adalah peran seorang ibu balita dan kader. Angka prevalensi stunting di Depok pada 2021 terlihat sebesar 3,5 persen, yaitu sebanyak 3.675 dari 105.127 balita di Kota Depok. Data tersebut mengalami penurunan dari bulan Februari 2021 sebesar 4,7 persen sebanyak 4.923 dari total 102.815 balita di Depok. Walaupun secara angka terjadi penurunan, akan tetapi di kel. Jatimulya Kec. Cilodong, Depok, terdapat angka kasus stunting yang cukup tinggi yaitu sebesar 47 kasus di 9 RW. Dengan alasan tersebut maka dilaksanakan pelatihan kepada Kader dan Ibu dengan balita terkait stunting diwilayah kerja Kel. Jatimulya dengan tujuan untuk dapat mencegah kejadian stunting. Hasil pelatihan diharapkan dapat memberdayaan kader kesehatan dalam melaksanakan tugasnya dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya ibu hami, dan ibu dengan balita secara konsisten dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kinerja kader dalam pencegahan stunting dan pelayanan posyandu yang optimal. Kata kunci: stunting, pelatihan, kader
Cite
CITATION STYLE
Indrawati, L., & Agustin, D. (2023). Pelatihan Kader Posyandu Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Terkhusus Bidang Teknologi, Kewirausahaan Dan Sosial Kemasyarakatan, 5(1), 1234–1242. https://doi.org/10.33541/cs.v5i1.4764
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.