Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Klaten Jawa Tengah

  • Juwono H
  • Naryani R
  • Anoga A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Di Indonesia, menggoreng menjadi cara yang paling sering dilakukan untuk mengolah makanan. Hal ini menyebabkan jumlah limbah minyak jelantah semakin meningkat. Minyak jelantah memiliki dampak negatif bagi tubuh jika dikonsumsi secara terus menerus dan dampak negatif bagi lingkungan jika dibuang sembarangan. Maka dari itu, pengolahan limbah minyak jelantah secara tepat perlu dilakukan, salah satunya dengan pembuatan lilin aromaterapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 68 UNS pada tanggal 9 Februari 2024 di Balai RW 05 Sekalekan, Klaten yang dihadiri oleh Ibu-ibu PKK RW 05. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan dan pemberdayaan masyarakat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai data pendukung. Hasil dari kegiatan ini yaitu pemahaman Ibu-ibu PKK tentang bahaya minyak jelantah sehingga meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dan lingkungan serta produk lilin aromaterapi yang dapat digunakan maupun dijual secara komersial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Juwono, H., Naryani, R. F., Anoga, A. A., Mahardika, C., Fauzy, M. R. N., Mardiana, I. A., … Wicaksono, S. R. (2024). Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Kelurahan Klaten Jawa Tengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(2), 330–335. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i2.817

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free