Sinegritas Orang Tua dan Guru untuk Menghindari Perilaku Bullying di MI/SD

  • Widiyanto H
  • Hikmah R
  • Qoriatul Habibah F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Bullying adalah tindakan kekerasan yang digunakan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang secara verbal, fisik, atau psikologis sehingga korban merasa tertekan, trauma, dan tidak berdaya. masalah kesehatan mental. Peran utama orang tua dalam kasus bullying adalah sebagai mediator perilaku bullying. Orang tua dapat melakukan mediasi untuk menyelesaikan kasus-kasus intimidasi anak atau ketika anak mereka menjadi korban intimidasi. Peran guru anti-bullying bagi siswa adalah seseorang yang membimbing, menasihati, menginstruksikan, dan mendorong siswa untuk menghadapi insiden dan masalah yang muncul terkait bullying untuk meminimalkan bullying yang terjadi di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Sumber data yang diperoleh dalam artikel ini menggunakan metode desk research. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Dalam artikel ini, hasilnya menunjukkan bahwa Bullying adalah keinginan untuk menyakiti. Keinginan Ini diwujudkan dalam tindakan, menyebabkan seseorang menderita. Orang tua sebagai lingkungan utama bagi korban untuk selalu memperhatikan perkembangan anak dan memberikan pendampingan pada saat anak membutuhkan agar tidak terbentuk perilaku negatif pada korban. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam memahami, mencegah, dan menangani perilaku bullying.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widiyanto, H., Hikmah, R., Qoriatul Habibah, F., & Fauzi, I. (2023). Sinegritas Orang Tua dan Guru untuk Menghindari Perilaku Bullying di MI/SD. PROMOTOR, 6(1), 11–15. https://doi.org/10.32832/pro.v6i1.90

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free