MEMAHAMI MAKNA HUKUM TAURAT SEBAGAI PEMBENTUKAN MORAL YANG BAIK BAGI ORANG PERCAYA

  • Gulo C
N/ACitations
Citations of this article
62Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract: The law is the way of life of God's people which includes moral, civil, and religious laws. However, with this law, humans are more inclined to sin, not more moral, because the law is against the desires of the flesh. Given the importance and vulnerability of human moral existence to carry out daily life, instructions and guidelines for human life are needed to create a pattern of life that contributes to God and others. This study aims to review the true meaning of the law in the lives of believers to get to know themselves better before God and experience repentance so that they become more and more like Christ. In relation to the Law as the formation of good morals, several questions arise as follows: 1). How can the law shape human morals to be good? 2). What was the main purpose of the Law? 3). What are the results of obedience to the laws of the Torah? The method used in writing this article is literature research. The results of this study indicate that the Torah is a moral instruction and teaching for believers who confess their sins and know their true selves before God. The law is more precisely a moral law that will educate and direct humans to love more and do good deeds based on God's will to be more like Christ.Abstrak: Hukum Taurat adalah pedoman hidup umat Allah yang mencakup hukum-hukum moral, sipil, dan keagamaan. Namun, dengan adanya hukum ini manusia justru semakin cenderung berbuat dosa bukan semakin lebih bermoral oleh karena hukum Taurat bertentengan dengan keinginan daging. Mengingat begitu penting dan rentanya keberadaan moral manusia untuk menjalankan kehidupan sehari-hari, maka diperlukan intruksi dan penuntun kehidupan manusia untuk menciptakan suatu pola kehidupan yang berkontribusi terhadap Allah dan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali makna hukum Taurat yang sesungguhnya dalam kehidupan orang percaya untuk semakin mengenal dirinya dihapadan Allah dan mengalami pertobatan sehingga semakin hari semakin serupa dengan Kristus. berhubungan Hukum Taurat sebagai pembentukan moral yang baik, maka muncul beberapa pertanyaan sebagai berikut: 1). Bagaimana hukum Taurat dapat membentuk moral manusia menjadi baik? 2). Apa yang menjadi tujuan utama Hukum Taurat? 3). Apa yang menjadi hasil dari ketaatan pada hukum Taura? Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah penelitian secara literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hukum Taurat sebagai instruksi dan pengajaran moral bagi orang percaya yang mengukapkan dosa dan mengenal dirinya yang sebenarnya dihadapan Allah. hukum Taurat lebih tepatnya sebagai hukum moral yang akan mendidik dan mengarahkan manusia untuk semakin mengasihi dan melakukan perbuatan baik berdasarkan kehendak Allah untuk semakin serupa dengan Kristus.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gulo, C. P. (2021). MEMAHAMI MAKNA HUKUM TAURAT SEBAGAI PEMBENTUKAN MORAL YANG BAIK BAGI ORANG PERCAYA. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 5(2), 127–138. https://doi.org/10.51730/ed.v5i2.79

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free