Abstract
Disertasi ini membahas mengenai penguatan pendidikan karakter melalui kearifan lokal berbasis Al-Qur’an yang dipahami dalam arti adat istiadat atau kebiasaan yang merupakan warisan budaya nenek moyang secara turun temurun dari generasi ke generasi yang dilestarikan keberadaannya sejauh tidak menyalahi nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Disertasi ini menemukan bahwa penguatan pendidikan karakter melalui kearifan lokal berbasis Al-Qur’an yang di implementasikan di SMAN Kabupaten Purwakarta, terjadi penguatan yang signifikan. Penguatan tersebut yaitu implementasi Perbup Nomor 69 Tahun 2015 tentang 7 Poe Atikan Istimewa yang meliputi Senen “Ajeg Nusantara” (Tegak di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia), Salasa “Mapag di Buana” (Menjemput Dunia), Rebo “Maneuh di Sunda” (Diam/Tinggal dengan Adat Budaya Sundanya), Kemis “Nyanding Wawangi” (Menyukai Estetika Berbudaya serta Memiliki Jiwa Seni yang bisa Membawa Harum Tanah Air), Juma’ah “Nyucikeun Diri” (Mensucikan Diri), dan Sabtu-Minggu “Betah di Imah” (Nyaman Tinggal bersama Keluarga di Rumah). Penguatan karakternya yang terjadi adalah karakter yang bersifat agamis, ukhrowi, nasionalis, tauhid, nilai ritualitas dan spiritualitas, dan akhlak.
Cite
CITATION STYLE
Hude, D., Febrianti, N. A., & Cece, C. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kearifan Lokal Berbasis Al-Qur’an (Implementasi di SMAN Kabupaten Purwakarta). Alim | Journal of Islamic Education, 1(2), 335–352. https://doi.org/10.51275/alim.v1i2.144
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.