Pengaruh Latihan Pasrah Diri dan Latihan Range of Motion Melalui Discharge Planning Terhadap Perubahan Activity Daily Living pada Pasien Stroke Iskemik

  • Ngatini N
  • Wardaningsih S
  • Afandi M
N/ACitations
Citations of this article
102Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Stroke mempunyai resiko untuk menyebabkan cacat berupa kelumpuhan. Hal ini akan menyebabkan penurunan kualitas hidup pada penderita. Rehabilitasi latihan gerak sendi atau Range of Motion (ROM) akan meningkatkan kekuatan otot sendi. Hambatan mobilisasi akan menimbulkan pasien rendah diri apabila dibiarkan akan mempengaruhi kepatuhan pengobatan, pemulihan jangka pendek, kualitas hidup setelah stroke dan kecacatan yang permanen. Relaksasi dengan pendekatan Latihan Pasrah Diri (LPD) melalui discharge planning akan memberikan ketenanngan dan meningkatkan semangat untuk mencapai kesembuhan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh Latihan Pasrah Diri dan latihan ROM melalui discharge planning terhadap perubahan kemandirian dalam activity daily living (ADL) pada pasien stroke di Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasy-experiment pre-post-test with control group design. Populasi adalah pasien stroke iskemik. Sampel berjumlah 28 orang kemudian dibagi menjadi dua kelompok intervensi berjumlah 14 orang dan kelompok kontrol berjumlah 14 orang dengan teknik consecutive sampling. Penelitian dimulai bulan Agustus -September 2015. Instrument penelitian menggunakan skor Indeks Barthel. Data dianalisa dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann Withney test. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan ADL sebelum dan sesudah diberi latihan pasrah diri dan latihan ROM pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dari analisa uji WilcoxonSigned Ranks Testmenunjukkan bahwa ada pengaruh latihan pasrah diri dan latihan ROM terhadap perubahan kemampuan ADL, diperoleh nilai signifikansi 0.000 pada kelompok intervensi dan 0.008 pada kelompok kontrol lebih kecil dari taraf signifikansi 95% (p<0.05). Uji statistik dengan Mann-Whithey Info Artikel: PENDAHULUAN Stroke merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian ketiga di negara berkembang setelah penyakit jantung koroner dan kanker (Scherbakov & Doehner, 2011). Pasien yang terserang stroke secara mendadak akan mengalami depresi sekitar 30% pada awal pengobatan. Faktor psikologis penyebab depresi pada tahap akut stroke iskemik relatif tinggi yang berhubunngan dengan ADL pasien yang tidak terpenuhi secara mandiri akibat gangguan neurologis dan keterbatasan fisik (Shi et al,2015). Stroke iskemik memiliki persentase paling besar yaitu sekitar 80 %, terbagi atas sub tipe stroke trombolik dan embolik yang dapat mengurangi sirkulasi dan kebutuhan darah di otak atau mengakibatkan kematian neuron otak. Faktor psikologis penyebab depresi pada tahap akut stroke iskemik relatif tinggi yang berhubungan dengan Activity Daily Living (ADL) yang tidak terpenuhi secara mandiri akibat gangguan neurologis dan keterbatasan fisik., seperti hemiparese dan hemiplegik spastisitas. Hal tersebut menyebabkan pasien menjadi menarik diri atau menjadi kurang bersosialisasi (Bates, 2011). Secara psikologi, penderita stroke mengalami suatu kehilangan yang sangat besar dan berharga dalam hidupnya, yakni kehilangan kebebasan untuk bergerak dan bekerja. (Wicaksana, 2008). Depresi dapat ditangani dengan cara farmakologi atau non farmakologi seperti psikoterapi atau relaksasi. Menurut Hidayat (2008), respon relaksasi dapat diinduksikan melalui beberapa teknik seperti meditasi, yoga, tai chi, latihan pernafasan, hipnotis dan berbagai tehnik untuk menurunkan ketegangan dan managemen stres lainnya. Latihan pasrah diri (LPD) merupakan metode yang diharapkan mampu menimbulkan respon relaksasi (Widodo, 2008). Selain itu kemampun pasien untuk mobilisasi diri juga mempengaruhi efikasi diri pasien, sehingga pasien juga perlu di latih untuk mampu melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari (activity daily living). Activity daily living (ADL) dasar dapat dipengaruhi oleh latihan Range Of Motion (ROM) sendi, kekuatan otot, tonus otot, propioseptif, persepsi visual, kognitif, koordinasi dan keseimbangan (Sugiarto, 2005). Latihan diperoleh nilai p=0,003 (p < 0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa latihan pasrah diri dan latihan ROM dapat di praktekkan dalam tindakan keperawatan untuk meningkatkan ADL pada pasien stroke.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ngatini, N., Wardaningsih, S., & Afandi, M. (2016). Pengaruh Latihan Pasrah Diri dan Latihan Range of Motion Melalui Discharge Planning Terhadap Perubahan Activity Daily Living pada Pasien Stroke Iskemik. Indonesian Journal of Nursing Practices, 1(1). https://doi.org/10.18196/ijnp.1150

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free