Abstract
Abstract This study aims to analyze the level of mathematics learning independence of seventh grade students of SMPN 1 Samarang after the transition from online to offline learning. A descriptive qualitative approach was used with the subjects of three students selected through purposive sampling technique. Data were collected through open-ended questionnaires, in-depth interviews, and field notes, then analyzed by triangulation to test the validity of the data based on eight indicators of learning independence: (1) learning initiative, (2) diagnosing learning needs, (3) setting learning goals, (4) viewing difficulties as challenges, (5) finding relevant sources, (6) determining learning strategies, (7) evaluating learning outcomes, and (8) self-confidence. The results showed variations in the achievement of learning independence indicators for each student. S-1 students met 6 out of 8 indicators (75%), with weaknesses in learning initiatives and utilization of learning resources. S-2 met 5 indicators (62.5%), especially in setting strategies and evaluating learning outcomes, but lacked in setting goals and finding sources. S-3 only fulfilled 3 indicators (37.5%), with limitations in initiative, diagnosis of needs, and self-confidence. Overall, the indicators “setting learning strategies” and “evaluating learning outcomes” achieved the highest percentage (100%), while “setting learning goals” was the lowest (24%). The findings confirm that the post-pandemic learning transition has an impact on learning independence, where students tend to still depend on teachers and friends (peer-dependent) and underutilize independent learning resources. The pedagogical implications of this study emphasize the need for self-directed learning training and enrichment of digital learning resources to improve students' independence. The limitations of the study lie in the small number of subjects and the specific context of the school. Further research is recommended to test technology-based intervention models to facilitate post-pandemic learning independence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemandirian belajar matematika siswa kelas VII SMPN 1 Samarang pasca transisi pembelajaran daring ke luring. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan subjek tiga siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara mendalam, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis dengan triangulasi untuk menguji keabsahan data berdasarkan delapan indikator kemandirian belajar: (1) inisiatif belajar, (2) mendiagnosis kebutuhan belajar, (3) menetapkan tujuan belajar, (4) memandang kesulitan sebagai tantangan, (5) mencari sumber relevan, (6) menetapkan strategi belajar, (7) mengevaluasi hasil belajar, dan (8) kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan variasi capaian indikator kemandirian belajar pada masing-masing siswa. Siswa S-1 memenuhi 6 dari 8 indikator (75%), dengan kelemahan pada inisiatif belajar dan pemanfaatan sumber belajar. S-2 memenuhi 5 indikator (62,5%), terutama dalam menetapkan strategi dan evaluasi hasil belajar, tetapi kurang dalam menetapkan tujuan dan mencari sumber. S-3 hanya memenuhi 3 indikator (37,5%), dengan keterbatasan pada inisiatif, diagnosis kebutuhan, dan kepercayaan diri. Secara keseluruhan, indikator "menetapkan strategi belajar" dan "mengevaluasi hasil belajar" mencapai persentase tertinggi (100%), sementara "menetapkan tujuan belajar" paling rendah (24%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa transisi pembelajaran pasca-pandemi berdampak pada kemandirian belajar, di mana siswa cenderung masih bergantung pada guru dan teman (peer-dependent) serta kurang memanfaatkan sumber belajar mandiri. Implikasi pedagogis dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan self-directed learning dan pengayaan sumber belajar digital untuk meningkatkan kemandirian siswa. Keterbatasan penelitian terletak pada jumlah subjek yang kecil dan konteks spesifik sekolah. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model intervensi berbasis teknologi guna memfasilitasi kemandirian belajar pasca-pandemi.
Cite
CITATION STYLE
Capriati, Z. (2024). Analisis kemandirian belajar matematika siswa smp pada masa transisi pembelajaran daring ke luring. Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu, 3(3), 402–417. https://doi.org/10.31980/pme.v3i3.2664
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.