Abstract
Guru honorer adalah salah satu profesi yang cukup banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia. Namun demikian, terlepas dari cukup tingginya minat masyarakat terhadap profesi ini, beragam isu yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan mereka masih menjadi isu yang belum tertangani dengan baik. Artikel ini memotret sistem kompensasi guru honorer di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Indonesia. Dengan mengadopsi pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui penyebaran angket yang ditujukan untuk menggali persepsi para guru honorer sekaitan dengan sistem kompensasi yang diterapkan di tempat mereka bekerja, baik kompensasi finansial (gaji dan tunjangan) maupun kompensasi non-finansial (jenis pekerjaan itu sendiri, fasilitas kerja, dan lingkungan kerja). Hasil analisis statistik deskriptif dari data yang terkumpul menunjukan bahwa hanya indikator lingkungan kerja yang dipersepsi cukup baik sebagai bagian dari sistem kompensasi oleh para guru honorer. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan sistem kompensasi yang diterapkan bagi para guru honorer belum sesuai dengan ekspektasi para guru honorer. Oleh karena itu, sistem kompensasi guru honorer harus diperbaiki, diantaranya dengan meningkatkan efektivitas pemberian gaji, tunjangan, kebijakan dalam pekerjaan itu sendiri, dan fasilitas yang memadai untuk menunjang efektivitas guru dalam mengajar. Selain itu, disarankan pihak sekolah lebih jelas mengenai kebijakan kompensasi yang diberikan kepada guru, sehingga sesuai dengan beban kerja yang dilakukan.
Cite
CITATION STYLE
Apriliyani, S., & Meilani, R. I. (2021). Studi kasus sistem kompensasi guru honorer di Indonesia. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 6(2), 177–190. https://doi.org/10.17509/jpm.v6i2.40848
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.